anotherlies

Welcome to my Blog and Photofolio on Tumblr
My name is Lies Tria Permana
i'm from Solo City, Indonesia
i am a HR manager, freelance photographer, part-time graphic designer, part-time skateboarder, a brother, a son, a father, an uncle, and just an ordinary people in this ordinary world
i love to travel, taking picture, hangout with my friends, make new friend, and do some skateboarding session

if there anything you want to ask just free to contact me at lies.permana@gmail.com or in this blog..

Stand Strong
LTP :D
Recent Tweets @liestria
Posts I Like
Who I Follow

*First of all saya mohon maaf karena baru melanjutkan blog ini setelah berbulan bulan vacum karena kesibukan sebagai pekerja dan sebagai ayah tentunya. Tapi saya akan berusaha untuk me-remind lagi pengalaman di Malaka tahun kemarin sedetail mungkin agar teman-teman yang membaca blog ini bisa menikmatinya

image

Rabu, 10 April 2013

Pagi ini adalah jadwal Dondon untuk mengejar flight pagi kembali ke Jogja karena harus ada presentasi di kampus, jadi saya juga ikutan bangun pagi untuk antar Dondon ke bus stop terdekat. Rencananya Dondon akan naik city bus ke Melacca Central, dan lanjut naik transmalaka ke KLIA LCCT. Dan saya rencananya adalah keliling Melaka (yang deket saja tentunya).

Setelah keluar dari hotel, kami mampir ke kedai Roti Canai dekat dengan hotel yang sejak hari pertama sudah bikin penasaran karena ramai terus dari subuh. Di sana kami mencoba pesan Roti Canai Telur dan minum teh tarik biar mirip orang Melayu. Dengan harga yang relatif murah dan rasa yang lumayan, kayaknya ini adalah sarapan yang recommended jika kapan kapan kesini lagi. Rasa roti yang mirip martabak telor dan kuah kari yang gurih, semakin nikmat dengan teh tarik yang cihuy.

image

Sarapan Roti Canai dan Teh Tarik

Oke, done with the breakfast kami lanjutkan berjalan ke depan Mahkota Medical Center (MMC) untuk menunggu city bus. Sesampai di depan MMC kami tanya orang dimana posisi halte untuk city bus yang ke Melacca Central. Memang di sebelah MMC ada halte Transmalaka yang langsung ke KLIA tapi hanya ada jam tertentu saja. Sesuai informasi yang kami dapatkan, maka kami harus ke seberang jalan tepatnya di depan hotel Holiday Inn, disinilah biasanya city bus ke arah Melacca Central berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Setelah sempat nyasar kedalam hotel dan menunggu kurang lebih 15 menit, akhirnya bus yang kami tunggu tiba, sebenarnya Dondon mengajak saya untuk ikut sampai ke Melacca Central, tapi berhubung saya punya rencana sendiri hari ini, ya akhirnya dengan berat hati, Dondon harus berjuang sendiri kembali ke Jogja.

Read More

in a corner of Taman sari Yogyakarta

  • Mbah Idok: Piye le ora mabuk tho numpak bis e?
  • Lies: "O(r)a no mbak, ning bis ke(r)net e mbengok Solo Solo Solo.. t(r)us aku tuku tahu go(r)eng no mbah, enak.
  • Mbah Isok: Ono tahu goweng kok dituku, lha sing ra goweng po ra enek?
  • Lies: Tahu go(r)eng mbah!! *sambil ngotot kalo yang dimaksud tahu goreng
  • Mbah Idok: lha iyo, sing ra goweng opo ra enek tho le?
  • Lies: TAHU GO(R)ENG MBAH!!!
  • Om Padi: Tahu goreng mbok, tahu goreng!
  • Mbah Idok: Owalah tahu goreng tho.. *sambil kepingkel pingkel
  • *kejadian ini terjadi saat saya umur 5 tahun, saat pulang ke rumah mbah dari Gresik.
  • * Karena hal ini jugalah saya mendapat jukukan Lies si Tahu Goweng
  • Bude: Ibumu nyang ndi Lies?
  • Lies: Nyang Pasa(r)
  • Bude: Lha kowe ngopo kuwi?
  • Lies: Tunggu wa(r)ung
  • Bude: Lagi mangan opo kuwi?
  • Lies: Tahu go(r)eng..
  • *huuf R dibaca dengan cara cadel, dan obrolan ini terjadi ketika saya umur 5 tahun di emperan warung Ibuk saya
  • *karena kecadelan inilah selama bertahun tahun saya di ejek dengan sebutan Lies si Tahu Goweng

Suka Cita Malam Takbiran

# Another 50mm Project

it’s quite long time since i left my camera, so today, i try to back on my viewfinder.

Piknik Ke Taman Jurug

Pencerahan ini saya dapat saat masih di Bali. Saat kehabisan motor kehabisan bensin dan terpaksa beli bensin eceran.
Jika biasanya di jawa penjual bensin eceran memakai botol kaca polos yang seragam (hampir semua penjual bensin eceran botolnya seperti ini) tidak sama dengan di Bali.
Di Bali botol untuk bensin eceran lebih variatif, dan rata-rata yang dipakai adalah botol bekas minuman keras dengan berbagai merk seperti Jhonny Walker, Absolut Vodka, ataupun yang lain.
Saat isi bensin yang kebetulan penjualnya masih anak-anak.. saya bilang
“Bensin satu dek…..” kemudian si Adek penju bensin membawa sebotol bensin didalam botol bekas vodka.
Saat dia menuangkan bensin ke motor saya tanya “emang segitu ada seliter?” Dengan polosnya dia jawab “nggak bli, ini 750ml, kita gak jual bensin literan, kita jual bensin botolan”
Dan saya pun ngasih duit 7000 sambil bengong.. jadi selama ini sebotol bensin eceran yang kita beli gak pernah berisi seliter bensin. Tp kita membayarnya seharga seliter bensin..